Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kartografi Peta Sejarah pada Senin–Selasa, 27–28 April 2026, di Laboratorium Komputer Fakultas Adab, Bandar Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa SPI semester 6 sebagai upaya meningkatkan kemampuan visualisasi data spasial dalam penyusunan tugas akhir dan penelitian sejarah. Bimtek menghadirkan pemateri Tisar Dewi Pratiwi yang memiliki keahlian di bidang kartografi dan pemetaan sejarah.

Kegiatan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Adab, M. Afif Amrulloh. Dalam sambutannya, dekan menegaskan bahwa bimtek ini bertujuan meningkatkan kualitas penyajian data dalam skripsi maupun tugas akhir mahasiswa agar tidak hanya terpaku pada narasi tekstual, tetapi juga didukung akurasi geografis. Dekan menyampaikan bahwa sejarah tidak hanya berbicara mengenai waktu, melainkan juga ruang yang harus divisualisasikan secara tepat melalui peta yang akurat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajarkan mengolah arsip-arsip kuno menjadi peta digital yang interaktif dan memiliki validitas saintifik. Pemateri memberikan pelatihan mulai dari pengenalan dasar kartografi, teknik pengolahan data spasial, hingga praktik penyusunan peta sejarah berbasis data primer. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan mampu menyajikan penelitian sejarah secara lebih menarik, sistematis, dan mudah dipahami.
Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Aan Budianto, menyampaikan bahwa penguasaan kartografi akan menjadi nilai tambah bagi lulusan SPI. Kaprodi menjelaskan bahwa kemampuan tersebut tidak hanya memperkuat argumentasi dalam tugas akhir, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya pada bidang riset, pelestarian cagar budaya, dan jurnalisme data. Kaprodi berharap mahasiswa mampu menghasilkan peta sejarah orisinal berdasarkan hasil olah data primer mereka sendiri, bukan sekadar mengambil peta dari internet.
Acara ditutup dengan sesi praktik mandiri, di mana para peserta langsung memetakan topik penelitian masing-masing di bawah bimbingan para ahli pemetaan. Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung di laboratorium komputer. Para peserta mengaku lebih siap untuk menyusun kartografi peta sejarah sebagai pendukung penelitian dan tugas akhir mereka di masa mendatang.
